Blog Pribadi Parto | Info Terkini | Hobi Moto

Rabu, 21 Agustus 2019

Agar Selamat Saat Berkendara, Rawatlah Rem Kendaraan Dengan Tips Mudah Ini

Rem

Pengertian rem secara umum adalah suatu sistem yang bekerja untuk memperlambat atau menghentikan suatu perputaran, misalkan perputaran roda kendaraan. Prinsip kerja sistem rem kendaraan adalah mengubah tenaga kinetik menjadi panas dengan cara menggesekan dua buah logam pada benda yang berputar sehingga putarannya akan melambat, dengan demikian laju perputaran roda kendaraan menjadi pelan atau berhenti dikarenakan adanya kerja rem.

Rem memiliki fungsi sangat penting dalam kendali laju kendaraan. Dengan fungsi yang vital ini, maka kondisi rem kendaraan harus selalu diperhatikan baik itu rem hidrolik, rem cakram, rem tromol, rem ABS (anti-lock braking system), dan lain sebagainya untuk menghindari hal yang tak diinginkan selama di perjalanan.

Rem sendiri mempunyai dua jenis, yaitu Rem Cakram (Disk Brake) dengan prinsip kerjanya adalah sepasang pad yang tidak berputar menjepit rotor piringan yang berputar menggunakan tekanan hidrolis, menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan. Dan jenis yang lain adalah Rem Tromol (Drum Brake) bekerja dengan menggunakan sepasang sepatu yang menahan bagian dalam dari tromol yang berputar bersama-sama dengan roda, baik secara hidrolis maupun mekanis.

Komponen-komponen rem yang umum:

Backing plate
Silinder penyetel sepatu rem
Sepatu rem
Pegas pembalik
Kampas rem
Silinder roda
Drum rem

Rem yang merupakan sistem pengendalian kendaraan, maka perangkat rem harus mendapat perhatian lebih. Perawatan rutin harus tetap dijalankan untuk memaksimalkan kerjanya. Idealnya perangkat rem perlu dicek setiap kendaraan menempuh jarak 10.000 km. Ini untuk memastikan apakah komponen-komponennya masih dalam kondisi sempurna.

Namun sayangnya banyak pengguna yang masih belum mengetahui gejala apasaja yang menandakan rem sudah harus dilakukan perawatan. Ada beberapa gejala yang mengikuti ketika rem mobil mulai bermasalah. Ketika mobil Anda menunjukkan tanda-tanda berikut ini, maka segera lakukan perbaikan atau penggantian kampas di bengkel.

Rem terasa bergetar
Saat Anda menginjak pedal rem dan terasa seperti ada getaran ataupun berbunyi. Artinya, terdapat benjolan pada piringan rem atau kondisi lain seperti permukaan piringan rem yang tidak merata.

Bau hangus
Jika tercium ada bau hangus, besar kemungkinan adanya minyak yang terbakar pada lingkar roda. Hal ini bisa menandakan adanya kebocoran pada sekitaran kaliper rem.
Nah jika 2 gejala tersebut sudah terasa dan timbul secara jelas pada kendaraan anda, maka ada segerla untuk melakukan perawatan dan jika perlu penggantian kanvas rem. Perawatan rem yang bisa dilakukan agar komponen rem jadi lebih awet, antara lain:

Rutin cek kondisi minyak rem
Lakukan pemeriksaan kondisi minyak rem secara rutin seminggu sekali bersama dengan pengecekan komponen lainnya. Anda juga bisa melakukan penggantian tiap menempuh jarak 50.000 km sekali. Jika sebelum mencapai batas jarak minimalnya, minyak rem sudah habis kemunginan ada kebocoran yang harus segera diperiksakan.

Cek ketebalan kampas
Umumnya produsen menganjurkan panggantian kampas tiap 25.000 km namun bisa saja kampas tersebut menipis lebih cepat karena pengaruh medan yang Anda tempuh.

Cek sepatu rem
Penggantian material dianjurkan 4 banding 1 yang artinya ketika kampas rem telah berganti hingga 4 kali, maka ketika penggantian keempat tersebut sepatu rem juga perlu diganti. Jika berdasar jarak, sepatu rem harus diganti tiap 100.000 km sebab beban yang diterimanya lebih kecil dibanding kampas rem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar