Blog Pribadi Parto | Info Terkini | Hobi Moto

Minggu, 03 November 2019

Wajib Tahu, Ini Keuntungan Mobil CVT

Mobil CVT

Menurut kebanyakan orang mobil yang cocok untuk keluarga adalah mobil yang nyaman dan juga bisa banyak menampung anggota keluarga. Selain itu untuk memudahkan saat berkenara mobil keluarga juga sebaiknya menggunakan transmisi otomatis atau yang biasa disebut transmisi CVT yang sangat memudahkan pengendara, terutama pengendara mobil wanita.

Continous Variable Transmission (CVT) adalah sistem transmisi yang tidak memiliki gigi perseneling seperti pada mobil bertransmisi manual ataupun mobil bertransmisi otomatis konvensional.

Jadi untuk posisi gigi 1,2,3,4 tetap pada gigi satu jadi tidak perlu mengoper tuas perseneling. Untuk penggantinya digunakan dua puli, yakni puli penggerak dan puli yang digerakkan, kedua puli tersebut dihubungkan dengan belt (sabuk dari serat baja).

Cara kerja transmisi CVT ini cukup halus, selain tidak ada hentakan akibat proses perpindahan gigi juga karena pergerakan transmisinya menggunakan belt. Namun untuk akselerasinya, mobil bertransmisi CVT tidak sebaik mobil bertransmisi otomatis konvensional dan manual.

Tentunya bukan tanpa alasan kenapa banyak sekali pabrikan mobil yang kini memilih transmisi CVT untuk mobilnya. Alasan utama dari hal ini tentu karena kemampuan transmisi CVT yang bisa membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat. Lebih jauh lagi, pasti masih ada hal lain yang menjadi kelebihan transmisi CVT, yang membuat banyak pabrikan mobil jadi menyukai jenis transmisi ini.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, transmisi CVT menggunakan sepasang puli (drive pulley dan driven pulley) yang dihubungkan oleh sebuah belt atau sabuk baja. Kedua puli yang terhubung ke sabuk baja ini bisa membesar dan mengecil (bergerak ke kiri atau ke kanan) berdasar perintah komputer sesuai dengan putaran mesin dan laju mobil. Perubahan kedua puli ini membuat diameter sabuk ikut berubah. Diameter inilah yang menjadi rasio gigi pada transmisi CVT.

Diameter sabuk tersebut yang menjadi rasio gigi di transmisi CVT sehingga rasio gigi sangat luas dibandingkan dengan transmisi konvensional yang rasio giginya memiliki tingkatan. Karena rasio giginya luas, maka perpindahan giginya bergerak secara berkelanjutan, sehingga tidak ada jeda dan hentakan di setiap perpindahan gigi.

Tidak adanya hentakan itulah yang membuat transmisi CVT jadi lebih nyaman untuk dipakai. Selain itu, Rasio gigi yang luas ini juga membuat transmisi CVT bisa menekan konsumsi bahan bakar mobil. Rasio gigi yang luas itu membuat mobil bisa melaju di kecepatan tinggi, namun putaran mesin tetap terjaga rendah sehingga konsumsi BBM jadi lebih irit.

Tapi di lain sisi, perpindahan gigi transmisi CVT yang menggunakan belt ini sekaligus menjadi kekurangannya. Transmisi CVT tidak bisa dipasangkan di mobil dengan torsi yang besar. Alasannya adalah karena belt tidak bisa menahan torsi berlebih yang dihasilkan mesin, makanya CVT lebih banyak disematkan di mobil-mobil dengan tenaga menengah ke bawah.

Parahnya lagi, jika terjadi kerusakan pada transmisi CVT, ketersediaan suku cadang atau komponen pengganti di Indonesia tergolong sulit dicari. Biaya perbaikan atau penggantiannya pun juga tak bisa dibilang murah, karena akan memakan biaya hingga puluhan juta rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar